Web Informer Button
Tampilkan postingan dengan label Info Design. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Design. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Sejarah Tulisan

Sejarah tulisan
Wikipedia bahasa Indonesia
Sejarah tulisan mencatat perkembangan bahasa ekspresi dengan huruf atau tanda - tanda lainnya.[1] Sejarah mencatat bahwa bahasa telah berkembang secara berbeda pada tiap peradaban manusia. Awal mula tulisan diketahui pada masa proto dengan sistem ideografik dan simbol mnemonik. Penemuan tulisan ditemukan pada dua tempat yang berbeda: Mesopotamia (khususnya Sumer kuno) sekitar 3200 SM dan Mesoamerika sekitar 600 SM. Dua belas naskah kuno Mesoamerika diketahui berasal dari Zapotec, Meksiko. Sementara itu, tempat berkembangnya tulisan masih menjadi perdebatan antara di Mesir yaitu sekitar 3200 SM atau di China pada 1300 SM.
Daftar isi
1 Tulisan Zaman Perunggu
2 Tulisan modern
3 Bacaan lanjutan
4 Referensi
5 Pranala luar

[sunting]Tulisan Zaman Perunggu

Pada masa ini tulisan berkembang dengan variasi yang beraneka ragam. Bangsa Sumeria menciptakan tulisan cuneiform sementara bangsa Mesir menciptakan tulisan hieroglif. Jenis tulisan lain yang berkembang pada masa ini misalnya logograf Cina dan Naskah Olmec yang diciptakan oleh Mesoamerika.

[sunting]Tulisan modern

Perkembangan teknologi telah mengubah cara menulis. Penemuan pena, komputer, mesin cetak serta telepon genggam merupakan perkembangan teknologi yang mempengaruhi cara menulis di masa modern. Penulisan dengan cara menekan tombol dan tidak lagi dengan menggerakan tangan.

Jumat, 23 Maret 2012

PSIKOLOGI WARNA DALAM PEMASARAN


Postingan kali ini mengingatkan saya kepada atraksi sulapnya Romi Rafael. Terkadang, selain hipnotis, Romi sering memperagakan atraksi hipnotis dengan cara lain, yaitu dengan mempengaruhi pikiran alam bawah sadar korban melalui kata-kata tanpa sedikitpun membuat korbannya tertidur. Apakah anda percaya bahwa pengulangan kata-kata dapat mempengaruhi prilaku terhadap apa yang akan dilakukan seseorang nantinya?? yaa..kalau ditanyakan kepada saya, jawabannya 'Ya!' saya percaya!Begitu juga halnya dengan pengaruh warna pada strategi marketing dan pemasaran. Para peneliti di luar negeri sana percaya, bahwa warna berperan cukup besar dalam mempengaruhi keputusan seseorang membeli sebuah produk. Pernahkah anda melihat bagaimana warna yang diberikan untuk desain kemasan makanan anak-anak yang terlihat meriah dengan paduan warna-warna cerah seperti kuning dan orange? atau..kenapa juga situs2 dewasa (17 +) sering didominasi dengan warna merah? (eits..saya liat iklannya, gak ngunjungi situsnya lho.. :D) atau lagi.. kenapa logo speedy juga didominasi warna merah? pernahkah bereksperimen mengganti warna logo speedy tersebut dengan warna lain? dan bagaimana kelihatannya??Hmm..mustahil jika kenyataan2 di atas adalah suatu kebetulan. Ada sebuah konsep warna yang coba ditanamkan dalam produk-2 tersebut, Sebuah konsep warna yang menurut desainer grafis profesional sebagai psikologi warna. Bahwa berarti, setiap warna mewakili image gaya dan sifat tersendiri yang memberi kesan pada suatu produk, dan jika calon konsumen melihatnya..maka akan terpengaruh oleh kesan tersebut dan membelinya.Berikut beberapa kesan, sifat dan emosi tertentu yang mampu dipancarkan dari suatu warna (dari berbagai sumber) :Merah - kegembiraan, kekuatan, seks, gairah, kecepatan, bahaya.Biru - kepercayaan, kehandalan, kekuasaan, kebersamaan, kesejukan.Kuning - kehangatan, sinar matahari, kegembiraan, kebahagiaanOrange - muda, kehangatan, bersemangat,
Hijau - alam, segar, dingin, pertumbuhan, perkembangan, melimpah, Natural
Ungu - kerajaan, spiritualitas, martabat, harga diri
Pink - lembut, manis, pemeliharaan, keamanan
Putih - murni, perawan, bersih, muda, ringan.
Black - kecanggihan, elegan, menggoda, misteri
Emas - prestise, mahal, Anggun
Perak - prestise, dingin, ilmiah

Memang tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa seseorang akan membeli sebuah produk hanya karena melihat warna dari kemasan produk tersebut. Tapi setidaknya, warna mampu menampilkan kesan dari suatu emosi tertentu yang akan mempengaruhi calon konsumen untuk mengambil keputusan. So, buat para desainer grafis, sudah saatnya memperhatikan setiap warna yang anda berikan pada desain anda.

Kamis, 22 Maret 2012

7 Kesalahan Dalam Menggunakan Photoshop


Kebanyakan pengguna pemula (seperti saya) di Adobe Photoshop cenderung bekerja tidak efektif dan terbentur beberapa kendala serius dalam mengembangkan karyanya di Photoshop. Hal ini (mungkin) disebabkan oleh beberapa kesalahan dalam menggunakan Photoshop. Berdasarkan dari pengalaman pribadi dan kuliah di Google University :D , Penghuni Gudang suram coba sharing beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan Adobe Photoshop. Tentu saja masih banyak kekurangan di sana-sini, untuk para master yg kebetulan singgah..silakan berbagi dan menutupi kekurangan suram melalui komentar. :D





1. Bekerja dengan Resolusi di bawah 300 dpi

  Memperhatikan resolusi gambar adalah titik kunci bagi anda dalam bekerja di Photoshop. Gunakan resolusi 300 dpi untuk mendapatkan kualitas gambar yang bagus. Resolusi gambar di bawah 300 dpi akan mengakibatkan gambar buram dan tidak jelas sehingga menghasilkan kualitas gambar yang tidak bagus.


2. Tidak Menggunakan Pen Tool untuk Akurasi sebuah seleksi

  Dalam hal masking atau cutting maupun seleksi sebagian gambar, memang terdapat banyak tool yang bisa digunakan di dalam Adobe Photoshop. Tapi sebaiknya gunakanlah pen tool untuk mendapatkan akurasi yang bagus. semakin bagus akurasi seleksi yang dihasilkan, maka akan semakin profesional karya yang anda buat. Tool-tool lain, seperti Lasso, Magic Wand, background eraser dll memang mudah digunakan, namun tidak menghasilkan akurasi yang bagus pada potongan gambar. Cukup gunakan tool-tool tersebut pada seleksi yang tidak membutuhkan akurasi yang tinggi.

3. Penempatan dalam Penggunaan Filter

  Banyak efek-efek yang bisa diciptakan dengan mudah dengan Photoshop tanpa perlu adanya tehnik-tehnik dengan langkah yang panjang, seperti halnya Filter. Tapi tidak lantas dengan menggunakan Filter design kita akan tampak profesional. Malah kebanyakan menggunakan filter akan membuat sebuah karya desain terlihat amatir. Kebanyakan pemula di Photoshop menghabiskan waktu untuk memainkan efek-efek filter pada foto.





4. Tidak Belajar Shortcuts

  Banyak keuntungan yang bisa didapat ketika anda menguasai shortcuts atau perintah yang dijalankan melalui tombol-tombol keyboard. Keuntungan paling utama tentu saja dapat menghemat waktu dan tenaga dalam bekerja di photoshop. Shortcuts sejatinya tidak perlu dipelajari, hanya perlu dibiasakan. Dan bayangkan ketika tool-tool yang harus anda jangkau jauh di dalam sistem aplikasi Photoshop bisa anda tampilkan hanya dengan menekan satu atau dua shortkey pada keyboard, tentu ini akan sangat menghemat waktu kerja.




5. TIdak Memanfaatkan Layer

  Layer sangat berfungsi bagi pengguna Photoshop untuk memilah-milah bagian design dan mengaturnya sesuai keinginan. Oleh karena itu, (menurut saya) pemanfaatan layer mutlak dibutuhkan dalam photoshop. Jangan lupa juga untuk memberi nama dan kalau perlu warna sekalian pada layer untuk mengenali layer dari tiap-tiap bagian design.



6. k = 100 Belum Tentu Hitam

  Masih banyak pengguna Photoshop yang mengasumsikan bahwa dengan mengisi nilai seratus pada K (black) di setting warna CMYK berarti mereka telah memilih warna hitam. Asumsi tersebut adalah salah. Warna hitam yang dihasilkan akan terlihat pudar dan terlihat sangat tidak bagus. Untuk memilih warna hitam, pastikan anda mengisi nilai C=90 M=60 Y=30 K=100.




7. Membuat Logo di Photoshop

  Membuat logo di photoshop adalah langkah berikutnya yang menurut saya sangat tidak tepat. Photoshop adalah sebuah software pengolah gambar bitmap dan bukan gambar vector. Untuk membuat logo, gunakanlah aplikasi pengolah gambar vector seperti Adobe Illustrator dan Macromedia Freehand Mx.